Tanggal delapan


image

Kala itu tepat dimana Aku memilih untuk pergi, bukan karena aku terlalu memaksa untuk menggapai mimpiku. Sungguh bukan karena itu! Aku memilih pergi untuk mencari jalanku, sebab kala itu tak satu pun kujumpai kepala-kepala hitam yg berani berkata jujur sesuai dengan kata hatinyaa.
***
Aku yg kala itu dianggap salah dan memang dipersalahkan, adalah aku yg berdiri disini hingga mencapai titik ini. Kata orang ini adalah titik yg membahagiakan. Bagiku bukan! Titik ini adalah titik yg menandai peluh-peluh yg bercucuran, langkah-langkah kami yg menapak berat di bumi, serta do’a-do’a yg alunkan pada semesta.
***
Bagiku ini adalah sepertiga dari titik tujuanku. Jalan panjang membentang luas di tanah lapang. Kakiku masih sanggup menapaki puncak-puncak pendakian. Lenganku masih kuat untuk menyongsong masa depan. Mimpiku adalah mimpi semesta, yg mencintai planet-planet tanpa lara. Membahagiakan mereka yg kusebut keluarga.
Aku mungkin pendeskripsian dari cahaya yg berbentuk bunga, pedarnya tak seterang bulan memang. Tapi ia terjaga hingga di waktu siang.

*🍬 Yogyakarta, 8 January *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s