Se[b]angsa dalam tawa


image

2012. Tahun pertama kita kenal, kala itu kita saling tersipu. Malu-malu yg endingnya malah sampe ngga tau malu. Tanya ini-itu hanya tau sisi-sisi baikmu.

2013. Kita semakin kenal, belajar paham. Bahwa paham dan memahami dua kata yg saling beriringan. Kita belajar banyak tentang toleransi untuk saling menerima dengan keterbukaan, pun di kadang hari ada diantara kita yg masih enggan untuk bercerita. Di tahun ini juga kita pindah ke “rumah”  indah kita. Sejenak meninggalkan zona nyaman kampus Muda Mendunia. Awalnya kita pikir, kita hanya singgah sebentar saja. Tapi kenyataan tidak demikian. Pahit memang (tapi tak sepahit rasa jomblo nano-nano 😂).

2014. Kita mulai kompak. Meski satu-persatu keluarga kita mulai tergusur hukum alam, tapi setidaknya kita pernah membersamai langkah-langkah awal mengukir Impian. Kita mulai tau kemana arah jalan pulang, kita juga tidak lupa kemana kelas yg kita tuju ketika KRS’an, karena kita sudah teramat paham kelas “B”  hanya satu diantara seribu. 😹 Di tahun ini pula, dosen-dosen lucu nan menggemaskan datang silih berganti, mewarnai teka-teki cerita kita di rumah persinggahan 🏠 rumah yg dulu kita dititipkan, pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa itu akan menjadi rumah terakhir kita hingga akhir pendadaran.

2015. Tahun dimana kita mulai lelah dan depresi dengan coretan warna-warni di kertas skripsi. Tahun dimana kebersamaan kita mulai gersang, ia kering kerontang kehausan kasih sayang. Kita mulai lupa diri, mulai menyukai petualangan sendiri agar dianggap mandiri. Nyawa-nyawa “kita”  menjadi hilang, beralih paham menjadi “aku”, “kamu”, dan “kalian”. Sungguh kawan, ini teramat mengecewakan.

2016. Riuh sorak-sorai. Handai taulan datang dari kampung halaman hendak meramaikan indahnya kelulusan. Kunamai ini sebagai tahun do’a di sepertiga malam. Ada yg terjaga, ada pula yg terlena. Pun ada juga yg tengah cinta dengan dunia barunya. Tapi sungguh, ini tak layak disebut kemenangan. Bagaimana mungkin kemenangan yg seharusnya membahagiakan akan ditukar dengan senyum pedih perpisahan dari masing-masing kita yg entah kapan lagi waktu akan berbaik hati mengizinkan kita untuk kembali bersama. 👫👬👭👬

🍬 Yogyakarta-Menyambung Tawa 🍬
Brilliant class #EFL #EnglishEducation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s