Ia, Takdir, dan Do’a


image

Aku pernah berdo’a, meminta untuk melintasi jalan yg sama hingga kami menua,
Hingga pada akhirnya takdir mensyaratkan suara yg berbeda,
Menenggelamkan dongengku di lautan lepas hingga tandas,
Meluruhkan replita yg lagi bernyawa,
Impian atau pun harapan, keduanya mati ditengah jalan,
Hingga pada suatu masa, ku temukan kembali jalan pulang,
Walau dengan tuntunan tangan yg tak lagi sama,
Namun keduanya menyuarakan irama,
Meninggikan harapan dalam do’a,
Mentasbihkan cerita pada bait dongeng yg tertata.

*NB: Picture isn’t mine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s