Catatan Sabtu Malam


Hari ini diawali dari bangun jam 1.30 wib dini hari cuma demi nyelesaiin project yang udah deadline banget. Pas udah jam 11.00 wib siang baru deh kelar semuanya. Legaaaa??? Huuhhh….tentu aja belom, masih ada puluhan lesson plan yang harus dikerjain [baca:10 lesson plan] hahaha dan belum lagi final projectnya course design sama digital technology yang belum kelar L. Okeee…whatever lah yaaa, disisa-sisa setengah hari berikutnya dipake buat ‘HIBERNASI’ hahaha…iya emang bener kok hibernasi wong bangunnya pas denger adzan magrib sama cacing di perut yang minta jatah makan buat hidup😀

Wait…wait…wait btw, anyway and bus way….melodramanya belum berakhir sampe disitu aja, hidup yang ‘complicated’ it uterus bertambah dengan datangnya si manusia cantik, sahabat plus partner tugas akhir yang paling ababil. Yupssss! Siapa lagi kalo bukan anaknya Pak Osa ituuu, si Gadis Gendhis. Tiba-tiba aja dia datang terus ngingetin tugas course design yang paling nyebelin itu L. Jadilah malam mingguku berakhir nge-date dengan tugas. Jomblo mah gitu (baca: bukan promosi yaaaa :P)

Okeeeh..tapi topic yang sebenernya bukan di melodrama itu sodara😀. Karena ada hal lain yang ingin kusampaikan pada ia yang entah membaca postingan ini atau tidak. Aku hanya ingin menyampaikan catatan pada ia yang telah mencuri setengah hatiku,

Dear Pampam.

Tiap kali aku kesana, aku selalu berdo’a semoga Allah pertemukan kita ditempat yang sama. Ketika kamu tidak lagi dengannya. Yaaa…sendiri saja dengan membawakanku cinta satu-satunya. Entah ini disebut dosa atau cinta, kadang ada keraguanku didalamnya. Cinta yang tidak tau kebenarannya.  Iyaaa…cinta ini cinta yang diam yang hanya aku dan Tuhan saja yang tau segalanya. Kadang aku menggantungkan berlembar-lembar harapan kosong, meyakinkan hati dengan penuh percaya diri bahwa suatu hari nanti yang tidak ku tahu pasti, kamu akan datang dan benar-benar memberiku penawar kebahagiaan. Sungguh aku suka dengan perkenalan singkat kita, dari semua caramu dan semua tentangmu. Pampam aku hanya akan selalu percaya pada kekuatan do’a dan usaha. Jikapun nantinya kita berdiri pada jalan yg berbeda itu berarti Tuhan punya cara lain untuk ‘menemukan’ jalan pulang kita yg berbeda. Bukankah telah kau tau, bahwa yg sebenar-benarnya rasa adalah yg peduli dan percaya pada siapa ia menyandarkannya. Simpan dan jaga hatiku sampai kamu kembali kepada ia sang Pemilik jiwa dan dunia. Biarlah cinta ini kujaga hingga pada semesta yang jadi saksinya. 

7 thoughts on “Catatan Sabtu Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s