Hasman dan Luka Lama


lkjfkh

Bicara tentang hati, terlalu banyak yang bisa digali (emang lubang :D). Seperti halnya malam itu, ditengah hiruk-pikuk lautan manusia yang menertawakan malam yang terang, akuu meringkuk pergi menjauh dari rentetan tubuh-tubuh yang gemerlap dalam padang semu itu. Kucoba untuk terus berjalan, bersahabat dengan malam. Saat akuu hidup dalam lamunan, getar dari handphone itu menyentakkanku dari semua bayangan. Betapa tidak, pesan singkat itu berasal dari satu makhluk Tuhan yang sudah lenyap dari hidupku selama ribuan hari. Pesan yang cukup singkat, namun cukup berhasil untuk mencengangkan seluruh sarafku, “Aku dijogja sekarang, km dmana?”. Tanpa pikr pendek, ehhhh panjang maksudnya😀 akuu langsung membalas pesan itu, “Aku di 0 Km, km dmana?”. Sungguh itu pertanyaan terkonyol yang hingga ini kusesali. Begitu terlihat bagaimana akuu mengharapkannya bukan? Ahh…sudahlah.

Detik berikutnya yang aku ingat adalah akuu sudah bersamanya kini, sekedar berbas-basi menanyakan kabar dan bercerita sedikit tentang alur hidup kami. Dia yang dulu kukenal bukan lagi ia sekaang yang sedang duduk disampingku. Dia yang sekarang adalah manusia baru yang aku baru saja mengenalnya. Tak lagi kutemukan canda yang dulu selalu ia tunjukkan, yaaa…kali ini ia memang benar-benar berbeda. Menjadi lelaki yang cukup matang dan dewasa, namun masih penuh dengan misteri yang sama.

Hari berlalu dengan mudahnya, begitu juga hariku kini yang mulai terbiasa dengan kehadirannya. Saat malam mulai datang dan akuu akan mulai terpejam ada secuil pesan yang datang, sekedar berucap, ” Slmat tidur,Have a nice dream”. Bahkan kadang kala ketika dini hari akuu masih terjaga untuk mengerjakan setumpuk tugas dari para dosen tercinta, dia datang dengan pesan kesayangannya, ” Jgn mendzolimi tubuh, ia juga butuh istirahat, cepat tidur yaa”. Begitulah hari-hari yang kujalani, semakin penuh kesan dan pesan.

Hingga tiba pada suatu masa, sahabatku datang dengan sejuta peringatan. Prian namanya, dia adalah sahabatku sekaligus soulmate yang tak serahim denganku. Dia bahkan tau semua hal tentangku, meski kini kita tak lagi belajar dikota yang sama tetapi komunikasi diantara kami selalu terjaga. Kali ini peringatan Prian sanagat masuk akal dan benar adanya, “Kamu masih saja berhubungan dengan Hasman? Emng km tw skrang dia pcrnya siapa? km mw d PHP’in lagi bwt yang k sekian kali? Pleasee juchaaa, sadar dong km. Jgn lgii mudah prcya dengannya!”.

Sejak itu akuu mulai tersadar bahwa benar adanya, selama ini tak kutanyakan padanya adakah wanita lain yang mengisi hidupnya. Dari situlah aku mulai mencari tau tentangnya, tapi tetap saja tak kutemukan jawaban pasti dari setiap pertannyaanku. Hasman terlalu jauh dan rapat menyimpan tentang kehidupannya.  Dia selalu memutarbalikkan pertanyaan yang aku ajukan.

Mungkin Prian benar, ia bukan lagi lelaki yang pernah aku kenal dulu. Ia sudah menjelma menjadi sosok asing yang tak lagi kukenali secara utuh. Bisa jadi ia hanya datang untuk mencabik sekali lagi perasaan dan hatiku. Sungguh luka lama itu sulit untuk sembuh. Dia pernah menancapkan luka yang menganga direlung hatiku. Itu terlalu lama dan menyakitkan. Cukup sudah dan kuakhiri sampai disini saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s