Tanpa Judul


Jogja, 16 September 2013

Dear Nobie,

Ini adalah malam kesekian yang kulalui dengan kedinginan yang sama. Dingin yang teramat menusuk tulang dan hati. Cuaca Jogja yang belum bisa teratasi olehku, juga hati yang belum tertata rapi dialmari mungil hatiku. Ada banyak hal yang tersimpan teramat dalam dicelah hati ini. Tentang rindu, tentang kehangatan dan tentang bintang. Betapa aku teramat rindu pelukan hangat bunda, sentuhan mungil tangan adik tercintaku serta perhatian indah nenek tercinta. Lebih tepatnya aku rindu pulang, akuu rindu rumah hangatku. Padahal melekat jelas dalam memoriku, 9 berdasarkan hitungan hari aku baru menginjakkan kaki di kota budaya ini. Entah mengapa ada kerinduan yang membuncah dan mengobrak-abrik “planning” yang sudah tertata. Ahhh…rumah memang segalanya.

Gambar

Rasanya tulisan inipun belum mampu mengobati semua rasa yang membelengguku. Ada penyesalan teramat dalam disana, di penghujung hati yang terdalam. Sesal yang datang dengan segala hujatan, betapa kemarin aku mengabaikannya, betapa kemarin aku tak menggubrisnya. Merelakan suara bunda terus tertahan hanya untuk sekedar menyuruhku mencuci piring, atau berpura-pura tak menggubris rengekan manja adik kecilku.

Oh…TUHAN, berikan aku kesempatan itu tahun depan. Ada banyak rasa yang ingin aku ungkap, ada rindu yang ingin ku ucap, ada peluk yang kurindui disana. Di desa kecilku, yang bahkan tak mengenal “metropolitan”. Desa asriku yang penuh dengan perkebunan rindang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s